Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts

Monday, May 25, 2009

Kamu siapa: Manusia atau Sarimin??

Untuk dapat sebutir kacang, Sarimin harus belajar dengan meniru majikannya.
Sampai ia bisa ke pasar, berdandan, atau menari dengan topeng.
Tapi kita manusia, bukan sarimin.
Dan hakikat penciptaan manusia adalah belajar untuk jadi diri sendiri agar lebih manusiawi.
Bukan semata untuk mendapatkan uang, gelar, ataupun jabatan.
Jangan hilangkan hakikat penciptaan kita.
Teruslah belajar dan lakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Bangsa ini jelas membutuhkan kita untuk menjadi manusia pembelajar.

(Andrias Harefa)

Thursday, December 11, 2008

Bermain bersama teman kecilku

"Kaka.. Kaka.. Aku mau belajar baca"
"Kaka.. Kaka.. Aku mau belajar kaya kemarin"
"Kakaaaa.. Ayo kita main!"
"Kaka bikinin aku titik titik kaya gini nanti aku terusin"

Anak anak itu menyodorkan buku tulisnya ke arah gw. Bukan hanya seorang anak, tapi empat atau lima anak secara bersamaan. Gw pun bingung harus mendahulukan yang mana.

Yang satu minta ditemani membuat huruf huruf. Yang satu minta belajar membaca. Yang satu minta belajar berhitung. Yang satu minta belajar menulis. Yang satu menarik narik tangan gw minta ditemani bermain. Satu anak belum selesai gw temani belajar, anak lain sudah menyodorkan bukunya.

Di pojok ruangan terlihat teman gw yang juga sedang melakukan hal yang sama seperti gw. Di depan gw terlihat seorang anak perempuan yang masih berseragam SMP sedang belajar membaca bersama adik adiknya yang lebih kecil dengan menggunakan papan tulis. Di sudut yang lain seorang anak laki laki seusia SMA sedang belajar bahasa inggris sambil bermain. Dan beberapa anak terlihat berlari berkejar kejaran di dalam ruangan. Semua anak terlihat sangat excited untuk belajar.

Sejenak gw merasa malu. Semangat mereka begitu menggebu untuk mendapatkan setitik ilmu. Lalu gw bertanya ke diri gw, kemana perginya semangat gw??

Itulah suasana di tempat gw berada kemarin sore.

Gw berada di Rumah Sahabat Anak, PUSPITA Children Crisis Center di Duren Sawit. Di mata gw mereka terlihat seperti anak biasa pada umumnya. Bukan seperti anak rentan atau anak jalanan yang gw biasa liat di jalan jalan. Mereka bersih dan rapi. Mereka juga sekolah walaupun ada beberapa anak yang putus sekolah. Mereka juga punya rumah, bukan sekedar rumah singgah, tetapi rumah tempat mereka tinggal bersama anak anak yang lain. Tanggung jawab terbentuk dengan sangat baik di rumah itu.

Ketika gw sedang menemani salah satu anak, tiba tiba saja seorang anak berjilbab merah memeluk gw dari belakang, ga lama kemudian seorang anak laki laki berbaju oranye memeluk gw dari depan. Gw hanya bisa terkaget kaget akan ulah mereka. Namun ga lama kemudian mereka sudah duduk manis di depan gw untuk bermain bersama.

Hmm, bermain bersama mereka sangat menyenangkan. Kepolosan mereka membuat gw lupa akan rutinitas gw. Lupa akan skripsi gw yang bikin otak mau meledak. Lupa kalo ternyata belum ada secuil makanan pun yang masuk ke tubuh gw sejak subuh. Mereka membawa gw ke dunianya dan lupa akan dunia gw.

Senangnya. Jam yang berputar dengan cepat pun memisahkan gw dengan mereka untuk sementara waktu.

Gw ingin suatu hari nanti gw bisa kembali ke sana. Menemani mereka bermain. Merasakan kecerian menjadi anak anak.

Senangnya menjadi anak anak. Tak perlu memikirkan semua hal, hanya bermain dan belajar. Gw ga perlu iri. Masa bayi-anak anak-remaja-dewasa-lalu menjadi tua merupakan fase perkembangan yang akan kita semua lalui. Semua ada waktunya. Tinggal bagaimana gw menggunakan waktu itu dengan baik.


Sampai berjumpa teman teman kecilku. ^_^