Showing posts with label dia. Show all posts
Showing posts with label dia. Show all posts

Wednesday, March 18, 2009

Surat untuk KAMU

Dear KAMU..

Apa aku boleh jujur?

Terimakasih sebelumnya.

KAMU tau ga bahwa aku mencari KAMU sekian lama? Meskipun banyak orang menunjukkan padaku bahwa KAMU adalah DIA, aku tak pernah percaya. Aku cuma mau KAMU. Iya. KAMU. Apa aku punya alasan untuk tidak menginginkan KAMU? Aku rasa tidak. Semua orang berharap KAMU bisa ada disamping mereka tiap detik. Bahkan ditiap hela napas mereka. Termasuk aku. Tiap orang menginginkan KAMU sebagai guardian angelnya. Sebegitu hebatnya KAMU.

KAMU punya banyak nyawa yah? Atau KAMU punya banyak kembaran? Yang aku tau dan aku percaya bahwa KAMU hanya satu. Yaitu KAMU. Ga da yg lain. Aku benar kan? Dan aku cuma mau KAMU. Bukan DIA. Apalagi MEREKA.

KAMU tau ga? Aku sangat senang karena aku sudah menemukan KAMU. Meskipun aku tau sebenarnya KAMU ga pernah kemana mana. Karena KAMU selalu disini. Dihatiku.

Namun lebih daripada itu ternyata KAMU selalu ada ditiap aliran darahku. KAMU selalu bersemayam diurat nadiku. KAMU selalu mengiringi tiap irama detak jantungku. Dan KAMU selalu memayungi setiap langkahku.

Aku membisu. Iya. Aku membisu ketika bertemu KAMU. Semua kata yang telah aku rangkai untuk KAMU hilang seiring dengan turunnya sungai kecil dari pelupuk mataku. Tanpa aku bilang pun sebenernya aku yakin KAMU tau apa yang ingin aku katakan. KAMU katakan bahwa KAMU mengerti aku.

Terimakasih. Karena KAMU mau mengerti aku.

Aku ingin melakukan hal yang sama seperti KAMU. Mencoba mengerti ketika apa yang aku minta tidak KAMU berikan. Mencoba mengerti ketika apa yang aku inginkan tidak pernah terwujud menjadi kenyataan. Aku tau itu bukan karena KAMU pelit. Atau karena KAMU tidak punya kuasa untuk menjadikannya ada. Melainkan karena KAMU mau aku mencoba lebih keras untuk itu. Dan kemudian KAMU akan memberikan apa yang sebenarnya sangat aku butuhkan. Atau bahkan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik. Bukan begitu?

Aahh. Aku lega sekarang. Karena aku telah bertemu dengan KAMU malam ini. Dan aku berharap ini bukan akhir dari pertemuan kita.

KAMU online tiap detik kan? Kita chatting ya.

Terimakasih KAMU mau menemaniku malam ini. Terimakasih untuk setiap cinta kasih yang KAMU beri untukku baik secara langsung maupun melalui mereka. Dan terimakasih KAMU telah menyempurnakan hidupku di atas ketidaksempurnaan yang aku punya.

Sampai bertemu lagi.



Yang akan selalu merindukanmu,




Aku

Saturday, December 6, 2008

Aku ingin kamu mengerti aku seperti aku mengerti dia

Ini seperti lingkaran yang ga da ujungnya. Kamu berlari mengejarku. Aku berlari mengejar dia. Dan dia berlari mengejar nya. Kita sama sama berlari untuk sesuatu yang ga pasti.

Aku ga akan memintamu berhenti berlari. Karena aku pun tak ingin seseorang menghentikanku. Aku ingin kamu mengerti. Bahwa jalan kita berbeda. Walaupun tujuan kita sama. Aku ingin kamu mengerti. Bahwa rumah kita berbeda arah. Walaupun kita sesekali bertemu di tengah jalan. Aku ingin kamu mengerti. Seperti aku mengerti dia.

Aku mengerti. Kamu ingin aku mengerti. Seperti aku ingin dia mengerti. Aku mengerti. Kamu ga akan berhenti berlari. Seperti aku yang juga ga akan berhenti berlari. Aku mengerti kita sama sama sudah jauh berlari.

Jika kamu mau, kita bisa membuat perjanjian.

Aku mau menunjukkan arah pulang jika kamu tersesat. Tapi jangan paksa aku untuk menggenggam jemari tanganmu sampai tujuan. Seperti aku yang tak pernah memaksa dia untuk menggenggam jemari tanganku.

Aku mau menemanimu berlari. Tapi jangan paksa aku untuk singgah ke rumahmu. Seperti aku yang tak pernah memaksa dia untuk singgah ke rumahku.

Aku mau memapahmu jika kamu jatuh dan terluka. Tapi jangan paksa aku untuk membersihkan lukamu. Seperti aku yang tak pernah memaksa dia untuk membersihkan lukaku.

Setuju?

Aku ingin kamu mengerti aku. Seperti aku mengerti dia.

Suatu hari nanti, mungkin kita akan menuju rumah yang sama. Duduk di meja yang sama. Kamu denganku. Aku dengan dia. Dia dengan nya. Atau bahkan kita sama sekali tidak akan pernah bertemu.

Kita tidak akan pernah tau.

Yang aku tau, aku belum ingin berhenti berlari.

Mengerti?