Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Thursday, December 5, 2013

Amin

Hari ini mama saya ulang tahun. Tanggal 5 Desember. Saya bahkan ga menghitung ulang tahun yang ke berapa. Sudah lama saya ga pernah mengingat.

Padahal dahulu, papa saya selalu mengingat tanggal ulang tahun istri dan anak-anaknya. Papa yang membeli kue. Mama yang membuatkan nasi kuning. Kami yang menyiapkan hadiahnya. Bukan hadiah mahal. Hanya sebuah pelukan dan rapalan doa tertera dengan bingkai emas mengelilinginya.

Mama saya mungkin sama seperti mama-mama pada umumnya. Kadang bawel. Kadang perhatian dengan caranya. Kadang yaaa gitu deh. Namanya juga mama-mama. Tapi dibalik bawelnya seluruh mama di dunia, sebenarnya tiap mama hanya menginginkan satu hal buat anaknya, yang terbaik apapun itu.

Kadang saya lupa kalo usia mama udah ga muda lagi. Kadang saya lupa kalo tubuh mama udah ga sekokoh dulu lagi. Kadang saya lupa kalo rambut mama udah ga sehitam dulu lagi. Iya. Kadang saya lupa.

Tapi saya masih ingat. Sekian belas tahun lalu, alasan kenapa saya harus menjejak tanah adalah karena mama.

Dan di ulang tahun mama yang entah keberapa ini. Saya ga akan bilang "i love you, ma" atau menuliskan rapalan doa disini. Di blog saya.

Saya hanya ingin, sekali lagi, merapal doa dalam hati.

Cukup kamu amini.

Friday, August 16, 2013

Kamu, Desak Dia.

(c) weheartit.com
Suatu pagi di waktu subuh. Saya mendengar kultum dari  Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Saya lupa apa saja yang beliau sampaikan, namun intinya tidak ada yang bisa membatalkan ketetapan Dia dalam ilmunya kecuali doa. cmiiw.

Doa.. Apakah Dia akan mengabulkan atau ga, yang jelas telah memberikan ketenangan, optimisme, serta harapan pada seseorang. Apalagi Dia menjanjikan akan mengabulkan doamu, tentunya jika kamu berdoa dengan tulus. Pengabulan doa bisa jadi diberikan sesuai dengan apa yang kamu minta dan pada waktu yang diminta. Bisa jadi juga, Dia menangguhkan doa kamu pada masa yang lain atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. 

Kadang, saat kita.. Ga usah kita deh, ketika saya berdoa seringkali saya mengucap "Ya Allah, jika Engkau berkenan maka kabulkanlah doaku". Jika engkau berkenan dimaksudkan agar permintaan saya ga terkesan terlalu mendesak dan memaksa, terlebih lagi takut kalau apa yang saya minta dengan sangat ternyata ga sesuai harapan. Bahasa masa kininya, gengsi!

Padahal menurut beliau, Rasul menganjurkan ketika berdoa untuk mendesak Dia. Hilangkan kata "Jika Engkau berkenan". Jika memang sesuatu itu adalah hal yang kamu harapkan, kamu boleh memohon dengan sangat, bahkan hingga merengek, dan seakan-akan memaksa Dia. Karena hal tersebut menunjukkan kesungguhan kamu berdoa dan kesungguhan kamu mengharapkan bantuan Dia.

Ada kamu yang mungkin sudah mengangkat tangan setinggi mungkin. Menundukkan kepala dengan rendah. Namun Dia menganggap kamu belum berdoa. Mungkin saja Dia menganggap kamu belum berdoa dengan tulus. Atau ga dengan sungguh meminta. Semoga, kamu, ga bosan berdoa ya. Apalagi tergesa menantikan pengabulan doa.

Kalau ditilik kembali, Dia tentunya Maha Baik dan Maha Mengetahui apa yang paling baik untuk saya. Lebih baik bahkan dari doa yang saya harapkan. Jikalau memang tidak tercapai apa yang saya mohonkan, saya anggap optimisme yang menghiasi jiwa saya ketika saya berdoa, merupakan kebahagiaan bagi saya.

Kalau kamu, ingin meminta apa pada Dia?

Monday, February 16, 2009

Detik detik menjelang..

Ini bukan tentang apa
Bukan juga tentang siapa
Ini hanya sebuah fase
Yang memang harus terlewat
Ini akan jadi potongan cerita indah
Ketika aku berhasil melewatinya
Ini hanya sekelumit kisah
Hingga akhir nanti aku menutup mata
Well, ngebayangin gw akan sidang jumat ini emang lebih serem dibandingin nonton pelm horor yang hantunya bermake up tebel itu. Oleh karena itu, mending gw ga ngebayangin apa apa.

Keep positive thingking adalah cara yang paling ampuh ngusir ketakutan ketakutan gw menjelang sidang. Gw sendiri sebenernya ga terlalu parno dengan ini. Justru karena melihat euforia disekeliling gw, yang bikin perut ama jantung gw jadi sering bergejolak.

Mumpung otak gw sedang berada pada tempatnya, gw mau so so an bikin 'tips menjelang sidang skripsi' nih. Sukur sukur bisa ngebantu. Kalo ga ngebantu yaaaa derita lo itumah. Huehehe. Banyak banyak minum aer puti aja gih sono.

Ini dia..
Tips pertama:
Jangan deket deket ama sesama yang mau sidang. Deket deket ama makhluk yang uda selesey sidang aja. Sesama calon terdakwa, kita pasti punya ketakutan yang sama. Dan ngeshare itu dengan sesama calon terdakwa bisa bikin amnesia mendadak.

Tips kedua:
Kaga usa ngintip ngintip sidang temen lo sebelumnya dah. Bikin deg degan doang. Mending lo prepare buat sidang lo. Kecuali emg lo punya stok jantung ama stok napas yang banyak, uda gitu siap lahir batin, nah tinggal ijab qobul deh.

Tips ketiga:
Asupan makanan itu perlu. Menjelang maju sidang, biasanya setan deg degan lebih banyak gentayangan ampe bikin ga napsu makan. Tapi kaga lucu aja kalo pas sidang tiba tiba cacing diperut lo konser karena kelaperan.

Tips keempat:
Pipis lah sebelum pipis itu dilarang.

Tips kelima:
Gunakan pakaian yang membuat lo nyaman dan PD, tapi tetep sesuai aturan tentunya. Biasanya yang bikin ga nyaman itu baju pinjeman.

Tips keenam:
Fokuskan pikiraann. Buat anda yang dirumah, pegang layar tipi anda. Sudah?

Tips ketujuh:
Bedoa yang banyak aja deh. Moga aje pengujinya ga nanya yang aneh aneh.
Udah ah. Cukup. Doyan amat liatin ni tulisan.

Yeaahh, gw tau ini akan segera berakhir. Tapi gw juga menyadari bahwa ini bukan akhir. This would be the beginning of my life. My real life. And im going to be excited sepertinya.

Doakan gw ya temans. Semoga sidang gw di hari jumat lancar dan dipermudah. Amien.