Showing posts with label menikah. Show all posts
Showing posts with label menikah. Show all posts

Wednesday, October 29, 2008

will u marry me??

Hari minggu kemarin saya menghadiri pernikahan teman. Teman seperjuangan di kampus. Teman satu jurusan. Teman satu angkatan. Teman kedua yang menikah di angkatan saya.

Perjalanan menuju tempat diadakannya resepsi merupakan perjalanan terlama dari record saya menghadiri beberapa resepsi pernikahan. Baru kali ini saya berangkat pukul 9 pagi dan sampai rumah pukul 8 malam.

Iyah, memang saya mampir dulu sepulang resepsi. Tapi tetap saja, kalopun tidak pakai mampir, saya akan sampai dirumah pukul 4 sore. Tetap record terlama untuk menghadiri sebuah resepsi pernikahan.

Kenapa lama? Mungkin karena tempatnya pun cukup jauh dari rumah saya. Rumah saya yang berada diperbatasan bekasi harus berganti mobil sebanyak 3 kali untuk mencapai tempat resepsi.

***

Sampai di dalam gedung, saya melihat teman saya dan suaminya bersanding dengan mesra. Membuat iri yang melihatnya. Dia terlihat begitu cantik dengan kebaya kuning keemasan. What a beautiful life. Apalagi yang dicari? Kuliah sudah. Pekerjaan punya. Dan sekarang dilengkapi dengan keluarga kecil nan bahagia. Lengkap sudah. Begitu mungkin pikir semua orang yang melihat.

Menikah. Semua orang pasti ingin menikah. Saya baru menyadari makna sebuah pernikahan. Menikah tidak hanya atas dasar cinta kepada manusia dan nafsu belaka. Seperti yang diutarakan teman saya kepada kami, teman-temannya.

Menikah itu bukan tujuan. Tapi pilihan. Jika saya memilih menikah sebagai akhir dari tujuan hidup, maka apa arti hidup? Justru menikah adalah awal dari kehidupan saya nantinya. Menikah merupakan jembatan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu untuk mencapai ridha-Nya, untuk membangun keluarga kecil yang akan meneruskan kehidupan ini kedepannya.

Menikah suatu pilihan yang tidak mudah. Bayangkan. Saya harus hidup bersama orang yang sama untuk seumur hidup. Bergumul dengan orang yang sama. Memecahkan masalah dengan orang yang sama. Bertemu dengan orang yang sama. Bercerita dengan orang yang sama. Bertengkar dengan orang yang sama. Begitu terus bertahun-tahun. Sampai saya menutup mata. Betapa membosankan. Tidak hanya itu, saya juga harus menyesuaikan diri dengan keluarganya, yang sudah pasti berbeda pola pengasuhannya dengan keluarga saya.

Saya selalu penasaran, dan selalu menanyakan hal yang sama ke setiap orang yang baru saja menikah.

”Apa yang membuat kamu yakin untuk menikah dengan dia?”
”Saya ga tau apa yang membuat saya yakin. Tapi saya tahu, Tuhan sudah menciptakan dia untuk saya. Nanti kamu akan mengalaminya”, begitu selalu jawaban yang saya dapatkan.

Usia bukan jaminan. Lama berpacaran juga bukan jaminan. Dan tahukah kamu? Teman saya ini menikah dengan pacar pertamanya waktu duduk di bangku sekolah. Pepatah ’kalau jodoh ga kemana’ sepertinya pantas disandingkan dengan teman saya ini.

Hmm.. Melihat teman saya yang duduk di pelaminan, kembali menyadarkan saya dari lamunan. Saya harus segera menghampirinya karena perut saya sudah keroncongan. Hahaha. Semoga cinta-Nya selalu menyelimuti keluargamu, teman.

***

Indahnya sebuah pernikahan. Semua orang datang untuk memberikan sebuah doa. Bahkan orang yang paling jarang ditemui pun muncul di acara itu. Hanya ada dua moment dimana orang-orang terkasih [yang bahkan tidak pernah muncul] berkumpul, yaitu saat pernikahan dan kematian.

Huff.. Sejauh ini saya selalu merasa umur saya masih 17 tahun. Saya masih punya banyak mimpi, banyak harapan yang belum terwujud. Namun ketika saya berkaca hari itu, saya baru menyadari kalau saya sudah beranjak tua. Iyah, tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan.

Saya bukan anak kecil lagi yang bisa pipis di sembarang tempat. Saya bukan anak kecil lagi yang harus merengek agar permintaannya di turuti [walaupun kadang saya masih melakukan itu]. Saya bukan anak kecil lagi yang harus di gebuk pakai sapu agar mau melaksanakan kewajiban.

Saya ingin menikah, tapi nanti, ketika impian saya sudah tercapai. Ataukah ada yang ingin berjalan beriringan bersama saya? Menemani saya menggapai mimpi. Hehehe.



Pertanyaan hari ini:
Mana yang kamu pilih, menikah dengan someone who i can live with atau dengan someone who i can’t live without??? Kenapa???