Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Wednesday, August 31, 2016

Hidup Itu Lucu

Kalau kamu pernah baca tulisan saya yang ini. Iya, teman saya yang diceritakan itu sudah meninggalkan dunia. Tepat menjelang tengah malam. Dia berjuang sekuat tenaga sampai dengan kemarin malam. Pada akhirnya, Allah lebih sayang sama dia.

Sampai dengan detik ini saya nulis, masih kebayang-bayang ketawanya dia. Kebayang dia suka pakai jaket pink dan naik motor pink. Kebayang saya pernah nebeng pulang. Kebayang betapa seringnya dia jatuh ketika naik motor. Kebayang betapa sukanya dia nonton film, terutama yang tokoh pria nya gagah. Kebayang waktu saya bantu dia bikinin pekerjaan rumah anaknya. Kebayang betapa ga sukanya dia pakai daleman jilbab dan anak rambutnya awur-awuran. Kebayang ketika saya dan teman kantor jenguk dia di rumah sakit hari jumat lalu, wajahnya masih segar bahkan sempat minta maaf dan menjawab beberapa pertanyaan kami yang ga ada habisnya. Katanya orang baik akan pergi lebih dahulu, karena amal baiknya udah cukup untuk bekal di akhirat.

Hahaha. Hidup itu lucu yah. Saat ini saya bisa merasa punya harapan, sedetik kemudian harapan itu jatuh berhamburan. Pada akhirnya saya hanya bisa menertawakan. Kelucuan yang datang dari sebuah keresahan sebenarnya. Keresahan akan hari esok yang ga bisa saya bayangkan. Tapi hari ini saya bisa berkaca dan mengulang mantra yang diajarkan mama enam belas tahun lalu, "bersyukur karena kamu masih diberi kesempatan memperbaiki diri hari ini, cukupkan bekalmu untuk hari esok".

Tuesday, August 16, 2016

A Little Braver

I never get a serious ill, alhamdulillah. Selain daripada tulang geser, kepentok aspal, atau tb kelenjar. So, i don't know how does it feels.

Perasaan "kayanya umur gue ga panjang", ga pernah sekalipun terlintas dipikiran. Walau pada akhirnya meninggalkan dunia jadi obat paling mujarab, tapi selama tubuh dan pikiran masih sanggup berjuang, kenapa harus menyerah?

Hmm, I'm not a superwoman anyway. Lelah memang menghadapi sesuatu yang ga ngenakin dan berulang kali datang tanpa diminta. Dalam jangka waktu lama. Melakukan hal yang sama. Minum obat. Check up. Minum obat lagi. Check up lagi. Dan ga ada perkembangan. Been there, done that.

Tapi ini bukan lagi hanya tentang dirimu. Ketika kamu berjuang untuk sembuh, sebenarnya kamu juga memberi harapan pada banyak orang diluar dirimu, keluarga salah satunya. Jadi ketika alasan hidupmu sudah ga ada, berikan alasan itu pada orang lain agar kamu bisa tetap merasa hidup.

So, gimana rasanya setelah mendengar seorang teman divonis suatu penyakit dan ingin menyerah?

I don't know how big pressure that she get. Also i can't control her mind to think positive. But i believe the power of will. Ketika kamu berkeinginan kuat dan mengupayakan dengan sangat, maka Dia akan membantumu dengan caranya.

And when your life get hard, you will be more stronger and braver. Yang kamu bisa lakukan, berjuang untuk hari ini. Besok? Ga ada seorang pun yang tau.

So, here close next to me and listen to this.


Wednesday, November 12, 2014

Hari Ayah

Ooo.. Hari ini tuh Hari Ayah yah :o

Baiklah.. Saya jadi tau kenapa orang-orang rame di timeline. Ish beraninya maen di timeline, coba peluk itu ayahnya terus bilang sayang, berani ga?

Saya? Ga berani saya mah, horor pisan. :p

Saya baru tau ada Hari Ayah, beneran. Biasanya kan Hari Ibu, Hari Kartini, dan hari lain yang hubungannya sama perempuan.

Jadi apa spesialnya Hari Ayah?

Hari dimana nginget-nginget kebaikan ayah. *cetek banget* -_-"

***

Pada dasarnya semua anak, terutama anak perempuan, mengakui bahwa satu-satunya pria paling 'sempurna' dalam hidupnya pasti ayahnya. Ngaku! *maksa*

Meskipun sosok ayah keliatannya galak kaya anjing herder. Diam-diam anak perempuannya mengagumi dari jauh. Pada akhirnya ia akan tahu alasannya.

Ayah mungkin ga sesuper ibu, yang bisa mengeluarkan sesosok makhluk dari rahimnya. Kamu mungkin hanya ga tau, dibalik diamnya ayah justru beliau banyak menyimpan kekuatan. Bisa bayangkan ga, disaat Ibu bisa mengeluarkan air mata untuk sekedar melepas lelah, eh para ayah cuma bisa atur napas demi stigma "cowok itu harus kuat dan ga boleh nangis". Kurang super apa coba?

Ayah juga yang menanamkan nilai-nilai yang mungkin ga kamu dapatkan dari seorang Ibu. Belajar lemah lembut dari ibu, namun belajar ketegasan dari ayah. Belajar sabar dan telaten dari ibu, namun belajar menjadi kuat dari ayah. Belajar teliti dan hemat dari ibu, namun belajar bagaimana bekerja keras dari ayah. Walaupun ga selalu pakemnya kaya gitu sih. Bisa aja sebaliknya.

Saya sendiri masih kecil banget waktu ayah saya ga ada. Ga banyak yang saya inget, selain nyere' nya beliau yang akan mendarat di kaki kalo saya ga solat. Kalo Ibu saya sih ya mana tega nyere' in anaknya. Pada saat itu sih kesel, belum mengerti. Pada akhirnya saya menyadari apa yang beliau ajarkan dulu sedikit banyak mempengaruhi kehidupan saya sekarang.

Jadi bersyukur aja jika sampai detik ini kamu masih bisa menatap mata ayahmu. Mungkin bahasa tubuhnya ga bisa bilang betapa bangganya beliau pada anaknya. Tapi dari kerut-kerut dimatanya kamu bisa tau, ga ada yang bisa menggantikan kebanggaan beliau selain melihat kebahagiaan anak-anaknya.

Sunday, October 12, 2014

Dear No One

Lagi suka dengerin lagunya Dear No One dari Tori Kelly. Ga ada alasan khusus sih, hanya suka gitu aja waktu pertama kali denger Ghaitsa Kenang nyanyiin lagu ini di ajang Raising Star Indonesia.

Ngulik-ngulik liriknya, kok ya pas gitu. Hahaha, pas lagi galau waktu itu ceritanya.

Yah jadi curhat kan! *tepok jidat*

Well, jadi ketika itu saya lagi dalam masa-masa bosen ditanyain "jadi lagi deket sama siapa?", "kapan nikah?", "jangan pilih-pilih", atau yang lebih ekstrim "kok belum lahiran? perut uda buncit gitu!". Pake nada sopran pula. Minta ditimpuk. Timpuk pake kasih sayang aja gimana? Hahaha...

Yaaa.. milih itu perlu sih menurut saya. Ga da yang mau beli kucing dalam karung juga kan. Tinggal kadar milihnya aja yang mudu pas.

Jadi... Jika kamu merasa hidupmu udah sempurna karena uda punya pasangan dan terpenuhi segala keinginanmu, bantu doa aja ya, bantu ngenalin juga boleh deh.

Karena bukan mau saya untuk ga punya pasangan, beneran deh. Deep down inside, saya mau kok punya pasangan. And yes, someone come and go in my life. Hanya memang it doesn't work aja.

Tapi kamu dan saya selalu punya pilihan kan? Entah itu untuk diem aja meratapi nasib atau terus menikmati hidup ke depannya. And i choose the second one.

So, please, stop asking me. Stop asking someone out there the same question like you did to me. Mungkin kamu hanya care, tapi ga tiap ketemu ditanya juga kan. Dan seperti kata Tori Kelly dalam lagunya.

Cause when the time is right he'll be here, but for now, dear no one..

Enjoy this song!


I like being independent
Not so much of an investment
No one to tell me what to do
I like being by myself
Don’t gotta entertain anybody else
No one to answer to

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

I don’t really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space, yeah
But I’d love to have a soul mate
God will give him to me someday
And I know it’ll be worth the wait

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

Monday, December 30, 2013

Prasangka

(c) image
Apa yang terpikir dibenakmu ketika melihat eksekutif muda ini berdiri di dekatmu dalam kereta yang berdesakan sambil membuka tab-nya?

Bayangkan kamu berada disebuah kereta ekonomi non-AC Jabodetabek yang hawanya lumayan panas. Penumpang saling berdempetan. Bahkan kebanyakan penumpang berdiri dan saling menyeimbangkan tubuh agar ga terbawa guncangan gerbong.

Seorang eksekutif muda berdiri berdesakan diantara kamu dan penumpang lain. Dia berpakaian jas elegan dengan sedikit tetesan peluh menghiasi dahinya. Namun diantara penumpang yang lain, dia terlihat berbeda dan bersih. Ga berapa lama berdiri, dia membuka handphone tabletnya yang besar. Lebih besar dibanding handphone pada umumnya. Dia sedang menyelesaikan sebuah percakapan penting dengan rekan bisnisnya. 

Tetiba, semua penumpang menoleh dan melirik dia. Apa yang terlintas dibenakmu melihat eksekutif muda tersebut? Apa yang terlintas dibenak penumpang lain?

Di pintu, ada seorang pemuda lusuh membatin,
'Huh, pamer dia dengan barangnya. Sudah tahu di kereta Ekonomi.'
Di belakang pemuda lusuh itu, seorang pedagang membatin,
'Mentang-mentang sekali HP nya seperti itu dipamerkan. Sudah tahu di kereta Ekonomi.'
Seorang nenek-nenek membatin,
'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik kereta Ekonomi, pamer-pameran.'
Seorang emak-emak membatin,
'Mudah-mudahan suami saya ga senorak dia. Norak di kereta Ekonomi bukanlah hal terpuji.'
Seorang gadis ABG membatin,
'Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik kereta AC saja kalau mau pamer begituan?'
Seorang pencopet mengintai,
'Ini penghinaan buat gue. Seenggaknya gue ga bakal nilep barang terang-terangan. Nape ni orang ga naek kereta AC aje si? Pamer segala!'
Seorang pengusaha membatin,
'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau dapat warisan. Hhh...andai dia merasakan jerih pahit saya jadi pengusaha; barang tentu saya tidak akan pamer barang itu di kereta Ekonomi. Kenapa tidak naik AC saja sih?'
Seorang ustadz kampung melirik,
'Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu. Urusan pamer, naiklah ke kereta AC.'
Seorang pelajar SMA membatin,
'Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga perlu pamer gitu kalle' ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC. Kalo gitu kan, lo bisa pamer abis. Di sono mah comfort gila. Illfeel gue.'
Seorang tentara membatin,
'Nyali kecil, pamer gede-gedean. Dikira punya saya tak segede itu. Kalau mau belagak pamer, pamer sekalian di kereta AC.'
Seorang penderita busung lapar membatin,
'Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil. Padahal kereta untuk orang semacam ini adalah kereta AC, bukan kereta ekonomi yang isinya rakyat kecil.'
Seorang mahasiswa di kampus ternama membatin,
'Gue ga tega orang begini idup. Gue agak heran, ni orang nyawanya berape. Belagu amaat! Pengen banget gue usir biar die naik kereta AC aja.'
Sang eksekutif muda tersenyum, kemudian menyimpan tablet besar itu di tas nya. Pikirannya hanya terfokus pada hal yang baru dia selesaikan dengan bantuan tabletnya. Dia tersenyum membatin,
'Alhamdulillah, akhirnya para donatur bersedia membantu semua korban banjir. Alhamdulillah. Ini kabar baik sekali.'
Lalu, dia sempatkan melihat kantong bajunya. Secarik tiket kereta ekonomi berada di dalamnya.

Dia bergumam,
'Tadi sempat tukaran karcis dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak ini. Tidak tega saya. Biarlah dia yang naik kereta AC itu. Mudah-mudahan selamat.'
***
Saya ga akan menyimpulkan apa maksud cerita di atas juga sih. Hanya sebagai pengingat saya aja, sebagai manusia biasa mungkin secara ga sadar saya juga pernah sibuk dengan prasangka buruk.


*cerita diambil dari whatsapp ke whatsapp & diedit seperlunya