Hidup adalah pilihan. Yang setuju angkat jempol!
Terkadang saya terlalu fokus sama satu hal. Itu. Itu. Dan itu lagi. Seneng gitu rasanya ngulik-ngulik hal yang saya suka sampe dalem. Ga da yang salah dengan fokus sebenernya. Saya juga ga menyalahkan kenapa dia ada disana, mandek dipikiran saya. Cuman kadang terlalu fokus sama satu hal, apalagi yang ga baik, lama-lama bisa merusak jiwa dan mental.
Kadang saya perlu 'sesuatu' yang bikin hidup saya mejikuhibiniu. No, its not about having 'someone' in my life. Cetek sekali rasanya kalo hanya karena ketidakberadaan seseorang membuat hidup saya ga berguna. Banyak hal yang terlewat ketika kita terlalu fokus dengan apa yang tidak kita punya.
Saya tidak ingin menghakimi siapapun. Pun tiap orang berhak untuk merasa hidupnya ga sempurna. Pilihan demi pilihan selalu ada kalo saya mau sedikit saja lebih berusaha. Bukan tidak mau. Bukan juga membela diri. Saya terkadang hanya terlalu fokus. Sampai saya lupa bahwa hal saya sukai, selain bisa membuat hidup saya lebih berwarna juga bisa membuat luka.
Warna dan luka itu.. resiko namanya.
Ketika saya memilih seharusnya saya sudah tau dia menyertai di belakang. Namun rencana Tuhan memang susah ditebak. Pilihan yang sudah dibuat bisa juga tidak berjalan mulus bagi sebagian orang. Merutuki. Menyesali. Mengumpat. Menyalahkan. Ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan bisa saja muncul sewaktu-waktu. Mereka mungkin saja tidak bisa mengubah resiko yang ada. Tapi mereka pasti punya pilihan lain untuk membuat hidup jadi lebih hidup.
Dan disinilah saya berada. Untuk saya, Life is not about make a choice. Life is about receive and align risk with the choice that I made. So there will be no regrets and futility in my life.
Dan disinilah saya berada. Untuk saya, Life is not about make a choice. Life is about receive and align risk with the choice that I made. So there will be no regrets and futility in my life.
