Showing posts with label refleksi diri. Show all posts
Showing posts with label refleksi diri. Show all posts

Thursday, August 18, 2016

Jalan Menuju Rezeki

Suatu hari, entah lagi kepentok apa, saya mendengarkan sebuah tausiah. Jarang-jarang kan apa yang saya dengerin bener kaya gini. Lupa dimana dengerinnya, mungkin di radio, di televisi, atau ketika saya browsing di youtube. Disitulah pokoknya.

Saya tulis disini buat jadi pengingat saya aja sih, maklum kadang saya suka lupa bahwasanya rezeki ga datang sendiri ketika saya cuma ongkang-ongkang kaki. Hehe.

Jadi apa yang di dengerin, Chie?

Ternyata rezeki yang disediakan Allah untuk makhluk dimuka bumi ini ada 4 jenisnya.

Pertama, rezeki yang dijamin sama Allah
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).“ (Surat Hud Ayat 6)
Artinya Allah lah yang menjamin makan, minum dan kesehatan semua makhluk di bumi ini. Ini rezeki tingkat pertama dimana semua makhluk mendapatkannya. Cacing diluar sana tetap bisa hidup dan mencari makan sendiri kan, kenapa? Karena Dia sudah memberikan cacing tersebut 'kelengkapan' yang sesuai hingga mereka tetap bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. 

Kedua, rezeki karena usaha
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya“ (Surat An-najm Ayat 39)
Artinya Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan usahamu. Jika kamu bekerja selama 8 jam setiap hari, maka kamu akan memperoleh rezeki sesuai dengan apa yang kamu kerjakan selama 8 jam tersebut. Jika kamu bekerja lebih, maka Allah akan memberi lebih.

Pernah merasa, "Ah saya sudah mengerjakan semua perkerjaan sampai overtime, bahkan yang bukan pekerjaan saya juga dikerjakan, tapi gajinya segitu aja."

Jangan sedih dulu, bisa saja selisih kurangnya rezekimu diberikan dalam bentuk lain, seperti kesehatan yang baik, anak yang soleh dan solehah, terhindar dari malapetaka, bertambahnya unit bisnis, dan sebagainya.

Begitu juga berlaku sebaliknya. Jika Dia merasa rezekimu berlebih dan ga sesuai dengan usahamu, maka Dia akan mengambilnya dalam bentuk yang lain berupa penyakit, malapetaka, kerugian bisnis, anak yang bermasalah, dan sebagainya.

Ketiga, rezeki karena bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.“ (Surat Ibrahim Ayat 7)
Allah sangat menyukai kamu yang bersyukur dan akan menambah rezeki bagi siapapun yang mengiasi hidupnya dengan penuh rasa syukur. Dengan bersyukur kamu akan merasakan kebahagiaan, kecukupan, dan juga ketentraman hati.

Keempat, rezeki karena jalan iman & jalan takwa
“…Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Surat At-Thalaq Ayat 2-3)
Artinya Allah akan memberikan rezeki pada kamu yang beriman dan bertakwa. Namun bukan berarti cukup hanya dengan iman dan takwa saja, melainkan didapatkan dengan usaha yang keras, selalu bersyukur, dan dilandasi dengan iman dan takwa.

Hal penting lainnya yang perlu saya garisbawahi adalah rezeki ga melulu mengenai harta. Lagipula harta hanya titipan. Tugas saya adalah tetap ikhtiar menjemput rezeki. Selebihnya, biarkan Dia yang bekerja.

Semangat!

Thursday, October 21, 2010

Status facebook untuk pembentukan citra diri

Saya agak gimanaaaaaa gitu bacain status makhluk-makhluk di facebook beberapa bulan belakangan ini. Mulai dari rutinitas bangun tidur - maen - ampe tidur lagih *masaoloh*, curhat pacar, ampe komplen ama Tuhan juga dipajang. Belum lagi yang kata statusnya tu orang lagi sakit parah tapi ko ya bisa mencet status segitu panjang. Jadi takjup setakjup-takjupnya saya sama mereka-mereka ituh.

Bukan salah mereka yang suka naro status aneh-aneh, mungkin saya aja yang seharusnya ngedelete mereka dari friendlist saya. Hahaha. *evilgrin*

Sampek kadang-kadang orang yang tadinya saya ga kenal-kenal banget, jadi merasa akrab gara-gara dia pasang status tiap tiga jam sekali *ampundehyatuhantolong*. Entah dia yang emang ga da kerjaan ataukah itu salah satu citra diri yang pengen mereka bentuk melalui salah satu dari sekian banyak media sosial yang muncul belakangan ini.

Citra diri? Apaan tuh? Media sosial? Naon deui eta?

Okeh. Saya semedi dulu biar dapet wangsit.


Meminjam sebuah istilah lama, media sosial sekarang-sekarang ini lagi naek daun. Tiga sampek empat taun kebelakang, macam media sosial ini bisa diitung pake sebelah jari. Eh sebelah tangan deh. Sekarang muley ada Facebook, Friendster, Wikipedia, YouTube, Flickr, Twitter, Koprol, My Space, Hi5, Multiply dan sederet nama laennya yang saya sendiri ga tauuuuu saking banyaknyah.

Hari gini siapa yang belum punya (salah satu dari) wadah buat berinteraksi, buat posting tulisan, gambar, video, dan audio kaya yang saya sebutin di atas?? Minimal banget facebook pasti pada punya kan?? Iya kan?? Iya dong?? Bener kan?? Bener dong?? *maksa*

Sedangkan secara sederhana citra diri itu gambaran atau potret diri kita. Apa yang kita katakan, yang kita lakukan, yang kita kenakan, yang menjadi prinsip dalam hidup kita, semuanya membentuk sebuah kesan atas diri kita.

Nah, citra diri ini bisa terbentuk dari pembelajaran maupun pengalaman yang pada akhirnya menjadi sebuah keyakinan mengenai siapa sesungguhnya diri kita ini. Keyakinan inilah yang akan terus tertanam di otak dan mengendap di dalam pikiran bawah sadar kita, yang secara sadar atau tidak *hanya orang yang bersangkutan yang tau* dituangkan makhluk-makhluk itu dalam salah satu bentuk media sosial bernama facebook.

Jadi apa hubungannya facebook sama citra diri, Neng Geulissss??

Sabar atuh akang.. eneng.. Saya napas dulu!

Facebook yang awalnya di buat oleh Mark Zuckerberg untuk menggabungkan salah satu komunitas (Harvard College) agar dapat melakukan koneksi dan interaksi, makin kesini jadi berubah fungsi. Di Indonesia sendiri, facebook dimanfaatkan mulai dari bisnis online, kampanye, nambah temen, maen games, cari perhatian, untuk melakukan penipuan atau kejahatan, sampek bisnis esek-esek. *astagpiruloh*

Status facebook, yang mungkin saja kamu update tiap hari, bisa memberikan citra atau image yang positif dan negatif terhadap diri kamu. Yang lebih luas lagi adalah citra terhadap sekeliling kamu, tentunya jika apa yang kamu posting mengenai orang-orang sekitar, atau lingkungan sekitar, atau negara tempat kamu tinggal sekarang. Kamu bisa memilih.

Mencari seribu musuh gampang-gampang saja. Tapi mencari satu kawan yang benar-benar mengerti kamu sangatlah tidak mudah. Apa yang kamu posting, kamu upload, kamu perlihatkan, kamu perdengarkan, kamu sampaikan melalui status bisa saja membuat apa yang kamu punya hilang begitu saja.

Ga perlu ribet-ribet sebenernya cara untuk membentuk gambaran diri yang baik. Hanya perlu sebarkan berita baik, konten yang baik (foto, ilustrasi, video). Status yang informatif, edukatif, inspiratif. Hingga apa yang kamu bagi selain bisa membentuk citra diri kamu jadi lebih positif juga memberikan efek yang baik untuk orang-orang terdekat.

Kembali lagi, adalah hak saya, kamu, dan mereka mau menggunakan media sosial untuk tujuan apa, termasuk untuk membentuk citra diri. Jika tidak suka atau terganggu, yah cukup delete aja dari friendlist, beres kan. Lain halnya jika kamu merasa dirugikan yah, itumah langsung aja laporin ke pak RT. :p

Sekecil apapun hal yang kamu bagi mungkin saja berpengaruh banyak buat orang lain. Meskipun itu hanya sebuah status.


*pic taken from here