Jakarta, 27 Juni 2008
Pukul 23.23
Tiba-tiba HP ku berbunyi. Suara Fergie yang menjadi ringtone HP ku mulai mengisi kesunyian malam dikamarku waktu itu. Aku mengambil HP yang tergeletak di atas tempat tidur. Akh, ada SMS masuk. Perlahan aku membukanya.
From : +6285624426***
Hmm, prasaan br kmrn gw pndh kbdg,, skrg udh beres2 pindahan.. Gw jd inget lu sempet ngs pas gw pamit pgn kbdg, he8x..
Hmm, ia datang. Aku terdiam sejenak. Mengapa ia masih ingat kejadian itu? Kejadian itu sudah 4 tahun yang lalu. Bahkan aku lupa kalau aku pernah menangis untuknya. Apakah kejadian itu begitu lucu?
Pukul 23.39
Tiba-tiba HP ku berbunyi lagi. Ternyata SMS masuk. Aku langsung membukanya.
From : +6285624426***
Gila, bahkan gw msh nyimpen tulisan tgn lu pas ptma x gw dtg krmh lu ma c ivan,, bagan geografi gt dah, ck8x
Aku kembali mengingat. Mengapa ia tidak pernah membuang tulisan tangan itu? Tulisan itu aku tulis 7 tahun yang lalu atau 8 tahun yang lalu. Akh, aku sudah lupa. Bahkan aku sendiri sudah membuangnya
Screensaver itu muncul lagi. Saat aku sedang lengah. Saat aku merasa nyaman dengan ketidakhadiran ia di kota ini. Sesaat aku merasa 4 tahun begitu cepat berlalu. 4 tahun yg dulu selalu aku nantikan kehadirannya. 4 tahun yang membuat semuanya berubah. Sepertinya luka ini kembali menganga. Perih. Tahukah ia?
Ketulusan. Sebuah janji yang ku tawarkan beberapa tahun lalu. Janji yang tidak pernah terucap. Aku tak meminta apapun darinya. Bahkan sedetik waktu yg ia punya. Namun sebuah kalimat yg keluar dari bibirnya serasa menohokku dari belakang.
"Kesabaranku udah abis buat ngadepin kamu!"
Tuhan, bahkan ia sudah tidak menginginkanku ada disisinya. Apa arti kesabaranku? Lalu mengapa ia masih menahanku? Rasa penyesalankah yang bisa membuatnya menahanku? Atau hanya karena rasa kasihan? Aku tidak butuh rasa kasihanmu! Ambil itu!
Aku bukan penjahat. Aku tidak ingin menahannya lebih lama lagi untuk bersabar. Aku rela melepasnya, hanya agar ia tidak merasa tersiksa berada di dekatku. Aku rela melepasnya, hanya agar ia bisa mendapatkan wanita seperti yang ia mau. Dan wanita itu, bukan aku!
Duri ini terlalu tajam dan dalam menusuk kulitku. Ia memang sudah mencabutnya. Sudah sangat lama ia mencabutnya. Tetapi bekas luka ini tidak pernah hilang. Tidak akan pernah bisa hilang.
Ia memang kembali. Namun ia tidak akan pernah bisa tenang, sampai bekas luka ini menghilang. Salahkah aku?
***
Its time to be a big girl now
And big girl don't cry
Fergie - Big girl don't cry
Showing posts with label 2 be honest. Show all posts
Showing posts with label 2 be honest. Show all posts
Sunday, June 29, 2008
Tuesday, April 29, 2008
Jangan Mudah Mengaku Sibuk
Lagi iseng2 buka multiply orang,tiba2 baca satu postingan yg bikin gw merenung sedikit lebih lama dari biasanya..
-----
"Maaf, saya terlambat memberi kabar. Ada kesibukan yang teramat nyata yang harus saya jalani di kampus. Sekali lagi.. maaf, saya baru sempat. " kurang lebih SMS itulah yang kubaca dari salah seorang teman SMAku dulu.
Kata-kata yang terangkai dalam SMS itu cukup membuatku geli. Kalimat itu cukup santun, esensi dari kalimat itu pun tak sekali ini aku mendengar ataupun membacanya. Bukan lagi dari 1 atau 2 orang, lebih bahkan...Hmm, dan mungkin aku pun pernah berucap seperti itu, seingatku lebih dari sekali juga..
Ada hal yang menarik, cukup menginspirasi. Kalimat itu mengajakku merenung. Ya, aku sempat tak habis pikir.. pernah diri ini mengaku sibuk, padahal statusku masih mahasiswa. Tentu ucapanku ini belum bersesuaian. Bahkan aku menghakimi diri sendiri karena berucap itu. Kenapa? Karena dalam paradigmaku, kalau saat mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk, maka bagaimana jika sudah bekerja dan berumah tangga?
Berbicara masalah berkeluarga, maka ada dua kosakata yang menjadi kunci, yaitu waktu dan tanggung jawab. Kalau seseorang sudah berkeluarga, bertambahlah amanahnya. Bagi seorang laki-laki, ada amanah untuk menjemput rejeki, menjadi ayah bagi anak-anaknya, menjadi suami bagi isterinya, menjalani profesi pekerjaannya, menjadi anak bagi ayah ibunya, dan jika ia adalah sosok orang yang andil dan berpengaruh terhadap lingkungannya, maka amanah-amanah itu belum masuk hitungan. Ya, begitu pula dengan wanita.
Sekali lagi, aku sampai tak habis pikir, masih berstatus mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk. Sekalipun bukan mahasiswa biasa, dalam arti tak hanya belajar akademik tapi juga non akademik. Tapi itu sungguh bukan alasan bagiku untuk mengaku sibuk. Waktu ku sebagai mahasiswa dengan waktu mereka yang sudah berkeluarga, pun dengan waktu para pemimpin bangsa tetap sama. Sehari 24 jam. Padahal tanggungjawab mereka tentu melebihi diriku.
Jangan mudah berkata sibuk. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita seperti itu. Aku masih bisa membayangkan semulia apa sosok beliau. Dengan berbagai macam amanah dan tanggungjawab yang ada di pundak beliau, tetap, tetap peduli dan selalu melayani. Beliau, seorang pengelola bisnis yang diinvestasikan bunda Khadijah. Beliau lah enterpreneur dengan sifat nabawi:shiddiQ (jujur), amanah (capable), fathanah (smart) dan tabligh (informatif). Beliau, seorang panglima perang, selama 10 tahun di Madinah ada sekitar 300-an detasemen yang beliau bentuk dan berangkatkan. Beliaulah pemimpin negara yang saat menjadi imam shalat, masih sempat bertanya "Di mana si Fulan? Mengapa ia tidak nampak? ". Namun, tetap.beliau begitu tak lalai dalam mengemban amanahnya yang lain, sebagai suami, ayah, teman, dan tetangga. Dan, bandingkan dengan kita, sungguh.. belum seberapa.
"Maaf, saya sibuk ". Ya, tiga kata yang bisa membuat jiwa-jiwa yang mengharap uluran tangan kita menjadi sungkan meminta bantuan kita. Tiga kata yang mampu membuat saudara yang semula ingin berbagi duka dengan kita, kini menjadi enggan karena khawatir makin menyita waktu kita. Inagtkah? Dalam tiap waktu kita, ada hak-hak saudara kita. Dan bisa jadi 3 kata itu menjadi alasan kita untuk lalai memenuhi hak mereka. Tiga kata yang mungkin sering menjadi alasan untuk kita lupa melantunkan bait-bait doa untuk saudara-saudara kita.
Pff, tidak baik jika aku mengeluh dengan mengaku sibuk dan tidak baik jika kepedulian ini merapuh dengan mengaku sibuk. Karena itu, jangan mudah mengaku sibuk, karena masih banyak sisi kehidupan yang belum terjamah. Masih banyak tantangan ummat yang belum terselesaikan. Kerena Islam membutuhkan kontribusi kita lebih besar. Ya, menjadi sebaik-baik hamba yang banyak memberi manfaat. Ya, Totalitas dalam peduli dan melayani.
Oleh Meralda Nindyasti
-----
postingan ini gw ambil di sini
secara ga sadar mungkin kita pernah seperti ini, termasuk gw kayanyah..
Terkadang bwt ngindarin sesuatu, kita pake alesan sibuk.Ngaku deh.Padahal kita ga sibuk2 amat.Cuma kayanya ribed aja ngjain banyak hal dalam waktu yg cuma 24 jam ini..
Andai waktu lebih dr 24 jam.Tp itu cuma keinginan orang2 yang ketakutan.Orang2 yg ketakutan biasanya kan slalu ngrasa dkejar2 waktu.Berasa waktunya cepet.Waktunya pendek.Padahal dia masi punya banyak waktu..
umm..
Ayo,ayo,kita merenung lagi..
-----
"Maaf, saya terlambat memberi kabar. Ada kesibukan yang teramat nyata yang harus saya jalani di kampus. Sekali lagi.. maaf, saya baru sempat. " kurang lebih SMS itulah yang kubaca dari salah seorang teman SMAku dulu.
Kata-kata yang terangkai dalam SMS itu cukup membuatku geli. Kalimat itu cukup santun, esensi dari kalimat itu pun tak sekali ini aku mendengar ataupun membacanya. Bukan lagi dari 1 atau 2 orang, lebih bahkan...Hmm, dan mungkin aku pun pernah berucap seperti itu, seingatku lebih dari sekali juga..
Ada hal yang menarik, cukup menginspirasi. Kalimat itu mengajakku merenung. Ya, aku sempat tak habis pikir.. pernah diri ini mengaku sibuk, padahal statusku masih mahasiswa. Tentu ucapanku ini belum bersesuaian. Bahkan aku menghakimi diri sendiri karena berucap itu. Kenapa? Karena dalam paradigmaku, kalau saat mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk, maka bagaimana jika sudah bekerja dan berumah tangga?
Berbicara masalah berkeluarga, maka ada dua kosakata yang menjadi kunci, yaitu waktu dan tanggung jawab. Kalau seseorang sudah berkeluarga, bertambahlah amanahnya. Bagi seorang laki-laki, ada amanah untuk menjemput rejeki, menjadi ayah bagi anak-anaknya, menjadi suami bagi isterinya, menjalani profesi pekerjaannya, menjadi anak bagi ayah ibunya, dan jika ia adalah sosok orang yang andil dan berpengaruh terhadap lingkungannya, maka amanah-amanah itu belum masuk hitungan. Ya, begitu pula dengan wanita.
Sekali lagi, aku sampai tak habis pikir, masih berstatus mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk. Sekalipun bukan mahasiswa biasa, dalam arti tak hanya belajar akademik tapi juga non akademik. Tapi itu sungguh bukan alasan bagiku untuk mengaku sibuk. Waktu ku sebagai mahasiswa dengan waktu mereka yang sudah berkeluarga, pun dengan waktu para pemimpin bangsa tetap sama. Sehari 24 jam. Padahal tanggungjawab mereka tentu melebihi diriku.
Jangan mudah berkata sibuk. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita seperti itu. Aku masih bisa membayangkan semulia apa sosok beliau. Dengan berbagai macam amanah dan tanggungjawab yang ada di pundak beliau, tetap, tetap peduli dan selalu melayani. Beliau, seorang pengelola bisnis yang diinvestasikan bunda Khadijah. Beliau lah enterpreneur dengan sifat nabawi:shiddiQ (jujur), amanah (capable), fathanah (smart) dan tabligh (informatif). Beliau, seorang panglima perang, selama 10 tahun di Madinah ada sekitar 300-an detasemen yang beliau bentuk dan berangkatkan. Beliaulah pemimpin negara yang saat menjadi imam shalat, masih sempat bertanya "Di mana si Fulan? Mengapa ia tidak nampak? ". Namun, tetap.beliau begitu tak lalai dalam mengemban amanahnya yang lain, sebagai suami, ayah, teman, dan tetangga. Dan, bandingkan dengan kita, sungguh.. belum seberapa.
"Maaf, saya sibuk ". Ya, tiga kata yang bisa membuat jiwa-jiwa yang mengharap uluran tangan kita menjadi sungkan meminta bantuan kita. Tiga kata yang mampu membuat saudara yang semula ingin berbagi duka dengan kita, kini menjadi enggan karena khawatir makin menyita waktu kita. Inagtkah? Dalam tiap waktu kita, ada hak-hak saudara kita. Dan bisa jadi 3 kata itu menjadi alasan kita untuk lalai memenuhi hak mereka. Tiga kata yang mungkin sering menjadi alasan untuk kita lupa melantunkan bait-bait doa untuk saudara-saudara kita.
Pff, tidak baik jika aku mengeluh dengan mengaku sibuk dan tidak baik jika kepedulian ini merapuh dengan mengaku sibuk. Karena itu, jangan mudah mengaku sibuk, karena masih banyak sisi kehidupan yang belum terjamah. Masih banyak tantangan ummat yang belum terselesaikan. Kerena Islam membutuhkan kontribusi kita lebih besar. Ya, menjadi sebaik-baik hamba yang banyak memberi manfaat. Ya, Totalitas dalam peduli dan melayani.
Oleh Meralda Nindyasti
-----
postingan ini gw ambil di sini
secara ga sadar mungkin kita pernah seperti ini, termasuk gw kayanyah..
Terkadang bwt ngindarin sesuatu, kita pake alesan sibuk.Ngaku deh.Padahal kita ga sibuk2 amat.Cuma kayanya ribed aja ngjain banyak hal dalam waktu yg cuma 24 jam ini..
Andai waktu lebih dr 24 jam.Tp itu cuma keinginan orang2 yang ketakutan.Orang2 yg ketakutan biasanya kan slalu ngrasa dkejar2 waktu.Berasa waktunya cepet.Waktunya pendek.Padahal dia masi punya banyak waktu..
umm..
Ayo,ayo,kita merenung lagi..
Tuesday, April 15, 2008
bored mode: on
Gw lg ngrasa bosen..
Jujur yah,kdg gw ngrasa b0sen tiap hari denger crita yg sama oleh org yg sama dengan masalah yg sama..Serba salah jdnya..Dsatu sisi gw sangat2 ingin membantu mreka,even if pd akirnya gw hanya bisa menyediakan kuping gw yg rada bolot ini utk jd pndengar setia..Dsisi lain gw pgn mreka tau kalo yg pnya masalah tuh bkn cm mreka d0ang..Malu ama pengemis djalanan,mreka aja masih bs nyengir pdhal mreka ga tau hari ini bs makan apa ga..Tp lagi2 gw terbentur pnyataan,gw bs ng0m0ng gini krn sbenernya gw ga ngrasain apa yg tmen2 gw rasain beserta pmasalahan mreka..
Sama lah ktika shbt2 gw blg k gw "gw ngerti apa yg lo rasain" pdhal sbenernya mreka ga pernah bner2 tau apa yg gw rasain..G pernah bner2 ada dposisi gw..Mreka hanya bermaksud baik,menc0ba utk -paling ga- mrasakan apa yg gw rasain..menc0ba utk care sama gw..
Walopun (2 be h0nest) kadang gw jg ga butuh s0lusi k0..Gw g butuh nasehat panjang lebar..Ga butuh rasa kasian..Ga butuh kata2 "gw ngerti apa yg lo rasain"..Ga butuh sbuah pembelaan..Ga butuh kejujuran..Ga butuh kata2 mutiara..Tkdang gw cm butuh telinga atau kehadiran mreka dsamping gw,without words,without saying anything..
Mungkin itu jg yg mreka harapkan dr gw skrg..Skarang2 ini,bukannya gw ngboongin tmen2 gw dgn pura2 seakan2 gw nya baek2 ajah..bukannya gw kga tulus dengerin crita2 mreka..Bukkaaann!! Sama skalii bukaaaan!! Hehe,nyari pembelaan gituh gw..
Gw cm lg ngrasa bosen ajah..Hal yg manusiawi kan??Dan gw amazed aja ma diri gw..Tnyata gw bs ngrasa b0sen juga..Gw pikir gw ga n0rmaaall..Tnyataa..Gw wanittaa n0rmaall..Hee..
Jujur yah,kdg gw ngrasa b0sen tiap hari denger crita yg sama oleh org yg sama dengan masalah yg sama..Serba salah jdnya..Dsatu sisi gw sangat2 ingin membantu mreka,even if pd akirnya gw hanya bisa menyediakan kuping gw yg rada bolot ini utk jd pndengar setia..Dsisi lain gw pgn mreka tau kalo yg pnya masalah tuh bkn cm mreka d0ang..Malu ama pengemis djalanan,mreka aja masih bs nyengir pdhal mreka ga tau hari ini bs makan apa ga..Tp lagi2 gw terbentur pnyataan,gw bs ng0m0ng gini krn sbenernya gw ga ngrasain apa yg tmen2 gw rasain beserta pmasalahan mreka..
Sama lah ktika shbt2 gw blg k gw "gw ngerti apa yg lo rasain" pdhal sbenernya mreka ga pernah bner2 tau apa yg gw rasain..G pernah bner2 ada dposisi gw..Mreka hanya bermaksud baik,menc0ba utk -paling ga- mrasakan apa yg gw rasain..menc0ba utk care sama gw..
Walopun (2 be h0nest) kadang gw jg ga butuh s0lusi k0..Gw g butuh nasehat panjang lebar..Ga butuh rasa kasian..Ga butuh kata2 "gw ngerti apa yg lo rasain"..Ga butuh sbuah pembelaan..Ga butuh kejujuran..Ga butuh kata2 mutiara..Tkdang gw cm butuh telinga atau kehadiran mreka dsamping gw,without words,without saying anything..
Mungkin itu jg yg mreka harapkan dr gw skrg..Skarang2 ini,bukannya gw ngboongin tmen2 gw dgn pura2 seakan2 gw nya baek2 ajah..bukannya gw kga tulus dengerin crita2 mreka..Bukkaaann!! Sama skalii bukaaaan!! Hehe,nyari pembelaan gituh gw..
Gw cm lg ngrasa bosen ajah..Hal yg manusiawi kan??Dan gw amazed aja ma diri gw..Tnyata gw bs ngrasa b0sen juga..Gw pikir gw ga n0rmaaall..Tnyataa..Gw wanittaa n0rmaall..Hee..
Subscribe to:
Posts (Atom)